Kamis, 09 Oktober 2014

My Dream

Diposting oleh Unknown di 13.22
IMPIANKU

Assalamualaikum Wr. Wb. Bertemu lagi dengan saya, kali ini saya akan sedikit menceritakan tentang impian saya atau keinginan saya.
Ketika masa-masa sekolah dari SMP hingga SMA saya selalu ingin masuk sekolah Negeri yang terfavorit atau terbaik di Surabaya  tetapi apa daya banyak faktor yang menghambat untuk tidak bisa masuk sekolah yang saya impikan dari dulu yang pertama hasil yang selalu di dapat tidak pernah memuaskan dan tidak dapat mencukupi untuk bisa masuk ke sekolah yang saya impikan. Sebenarnya ketika masuk SMA bisa masuk negeri tetapi karena salah pilihan dan bisa masuk SMA yang daerahnya di pinggiran. Dan saya tidak pernah di izinkan memilih sekolah yang daerahnya terlalu jauh dan tidak ada angkot.
Dan ketika SMA mulai dari sini saya berfikir tidak apa-apa jika tidak bisa masuk sekolah yang terfavorit tetapi ketika di Universitas saya yakin pasti bisa masuk ke Universitas Negeri yang saya impikan. Oleh karena itu dari sini saya mulai belajar lebih giat lagi dan semaksimal mungkin. Dan saat itu yang saya fikiran saya harus bisa masuk ke Universitas Negeri Surabaya jurusan Pendidikan Matematika. Berbagai jalur yang saya tempuh untuk bisa masuk ke Universitas yang saya impikan. Mulai dari jalur SNMPTN, SBMPTN, dan yang terakhir UM-PTAIN.
Pertama, sebelum mengikuti jalur SNMPTN saya mengikuti test yang di sarankan oleh guru bimbel saya. Saya mencoba mendaftar di PPNS (Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya) disini saya tidak memakai jalur tulis tetapi memakai nilai rapot dan test wawancara. Sebenarnya saya mengikuti ini karena dasar saran dari guru saya bukan dari minat atau keinginan saya. Setelah mengikut test wawancara beberapa minggu kemudian pengumuman itu muncul dan saya dinyatakan tidak lolos.
Yang kedua jalur SNMPTN ini yang saya tunggu-tunggu di jalur ini saya memilih di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pilihan pertama saya di UNESA dengan jurusan 1. Pendidikan Matematika 2. Pendidikan Teknologi Informasi dan pilihan yang kedua di UINSA dengan jurusan 1. Pendidikan Matematika. Pada tanggal 27 Mei 2014 hari ini pengumuman tiba, ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Pada pukul 12.00 WIB web SNMPTNnya sudah bisa dibuka tetapi ada rasa deg-degan dan campur aduk. Di fikiran saya apakah saya bisa lolos itu yang saya fikiran. Sebelum saya membuka webnya terlebih dahulu saya melakukan sholat dhuhur dahulu untu minta petunjuk kepada Allah. Setelah selesai sholat saya membuka komputer dan disini di sebelah saya, saya di dampingi oleh Ibu saya untuk melihat hasilnya. Dengan membaca basmalah saya membuka webnya. Apa yang saya dapat pada hari itu kecewa disitu tertera tulisan Maaf, Anda Dinyatakan Tidak Lolos Seleksi SNMPTN 2014. Dengan adanya tulisan itu rasa kecewa dan sedih menyelimuti hati saya. Dan pada saat itu juga saya bilang kepada Ibu saya kalau saya dinyatakan tidak lolos. Ibu saya hanya berkata tidak apa-apa mungkin belum jalannya masih bisa di coba pakai jalur lain. Tapi jujur sebenarnya hati ini ingin menangis tetapi apa daya menangis sekencang apapun tidak akan bisa merubah segalanya. Dan akhirnya saya tidak putus asa dan akan mencoba jalur selanjutnya.
Ketiga saya mengikuti SBMPTN disini saya tidak memilih UNESA mungkin karena saya trauma, kecewa atau entahlah. Tetapi keinginan saya masih bulat memilih Matematika. Pilihan pertama saya memilih di Universitas Airlangga (UNAIR) dengan jurusan 1. Matematika 2. Sosiologi dan pilihan kedua tetap di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) jurusan 1. Pendidikan Matematika. Disini saya tidak mau berharap terlalu tinggi takut nanti akan kecewa lagi. Hari yang saya tunggu akhirnya datang juga saya tetap dinyatakan tidak lolos. Disini saya sebenarnya sudah putus asa karena berbagai cara saya tempuh tetapi tidak bisa lolos juga.  Akhirnya saya diberi dukungan dan semangat dari Ibu dan kakak saya untuk sabar dan saya disarankan untuk mengikuti test UM-PTAIN yang ada di UINSA.
Ini adalah test yang terakhir yaitu test UM-PTAIN, disini saya memilih IPC dan tekad saya tetap masih bulat memilih Matematika hehe. Di jalur ini saya bersama sahabat-sahabat saya mendaftar bersama-sama. Pilihan pertama saya Pendidikan Matematika, kedua Ilmu Komunikasi, dan ketiga Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sebenarnya pilihan saya bukan di PGMI dan bukan keinginan saya, disini saya hanya mengejar di Pend. Matematika dan Ilmu Komunikasi. Tetapi berhubung pilihannya disuruh 3 saya bingung mau mengisi apa yang satunya lagi. Setelah itu saya mendapatkan saran dari teman saya karena saya ingin menjadi guru saya disuruh memilih di PGMI sebenarnya saya tidak tahu apa itu PGMI dan saya menanyakan kepada teman saya apa itu PGMI? Dan teman saya menjawab PGMI itu seperti PGSD bedanya kalau di PGMI itu ada agamanya yang lebih dalam lagi. Dan setelah itu oke... saya mengikuti saran teman saya memilih PGMI. Ketika mengikuti test tulis hanya satu yang saya engak bisa bahasa arab gundul oleh karena itu waktu test saya tidak mengisi satupun. Hehe. Hari yang telah ditunggu tiba, saya tidak punya firasat apa-apa disini pada pukul 24.00 WIB saya membuka webnya sambil menunggu loading saya berkata kepada ibu saya pasti hasilnya tidak lolos lagi. Saya bilang begitu, dan saya juga berkata kalau tidak lolos saya daftar D3 UNAIR iya bu, ibu saya hanya mengiyakan. Setelah webnya kebuka ternyata dugaan saya salah. Saya dinyatakan lolos di jurusan PGMI, saya berfikir kenapa kok tidak di jurusan matematika itu yang ada dibenak saya. Ibu saya pernah bilang emang kalau benar-benar engak srek atau engak cocok pindah jurusan aja tetapi yang ini dijalani dulu 1 semester. Dan akhirnya dengan membaca basmalah saya memantapkan hati tetap mengambil jurusan itu dan tidak berganti jurusan.

Jadi, pilihan menurut saya belum tentu terbaik untuk saya, tetapi pilihan menurut Allah SWT sudah pasti terbaik untuk saya J.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Dunia Pendidikan Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea