IMPIANKU
Assalamualaikum Wr. Wb. Bertemu lagi dengan saya, kali ini saya
akan sedikit menceritakan tentang impian saya atau keinginan saya.
Ketika masa-masa sekolah dari SMP hingga SMA saya selalu ingin
masuk sekolah Negeri yang terfavorit atau terbaik di Surabaya tetapi apa daya banyak faktor yang menghambat
untuk tidak bisa masuk sekolah yang saya impikan dari dulu yang pertama hasil
yang selalu di dapat tidak pernah memuaskan dan tidak dapat mencukupi untuk
bisa masuk ke sekolah yang saya impikan. Sebenarnya ketika masuk SMA bisa masuk
negeri tetapi karena salah pilihan dan bisa masuk SMA yang daerahnya di
pinggiran. Dan saya tidak pernah di izinkan memilih sekolah yang daerahnya terlalu jauh dan tidak ada angkot.
Dan ketika SMA mulai dari sini saya berfikir tidak apa-apa jika
tidak bisa masuk sekolah yang terfavorit tetapi ketika di Universitas saya
yakin pasti bisa masuk ke Universitas Negeri yang saya impikan. Oleh karena itu
dari sini saya mulai belajar lebih giat lagi dan semaksimal mungkin. Dan saat
itu yang saya fikiran saya harus bisa masuk ke Universitas Negeri Surabaya
jurusan Pendidikan Matematika. Berbagai jalur yang saya tempuh untuk bisa masuk
ke Universitas yang saya impikan. Mulai dari jalur SNMPTN, SBMPTN, dan yang
terakhir UM-PTAIN.
Pertama, sebelum mengikuti jalur SNMPTN saya mengikuti test yang di
sarankan oleh guru bimbel saya. Saya mencoba mendaftar di PPNS (Politeknik
Perkapalan Negeri Surabaya) disini saya tidak memakai jalur tulis tetapi
memakai nilai rapot dan test wawancara. Sebenarnya saya mengikuti ini karena
dasar saran dari guru saya bukan dari minat atau keinginan saya. Setelah mengikut
test wawancara beberapa minggu kemudian pengumuman itu muncul dan saya
dinyatakan tidak lolos.
Yang kedua jalur SNMPTN ini yang saya tunggu-tunggu di jalur ini
saya memilih di Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan Universitas Islam
Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Pilihan pertama saya di UNESA dengan
jurusan 1. Pendidikan Matematika 2. Pendidikan Teknologi Informasi dan pilihan
yang kedua di UINSA dengan jurusan 1. Pendidikan Matematika. Pada tanggal 27
Mei 2014 hari ini pengumuman tiba, ini adalah hari yang saya tunggu-tunggu. Pada
pukul 12.00 WIB web SNMPTNnya sudah bisa dibuka tetapi ada rasa deg-degan dan
campur aduk. Di fikiran saya apakah saya bisa lolos itu yang saya fikiran. Sebelum
saya membuka webnya terlebih dahulu saya melakukan sholat dhuhur dahulu untu
minta petunjuk kepada Allah. Setelah selesai sholat saya membuka komputer dan
disini di sebelah saya, saya di dampingi oleh Ibu saya untuk melihat hasilnya. Dengan
membaca basmalah saya membuka webnya. Apa yang saya dapat pada hari itu kecewa
disitu tertera tulisan Maaf, Anda Dinyatakan Tidak Lolos Seleksi SNMPTN
2014. Dengan adanya tulisan itu rasa kecewa dan sedih menyelimuti hati
saya. Dan pada saat itu juga saya bilang kepada Ibu saya kalau saya dinyatakan
tidak lolos. Ibu saya hanya berkata tidak apa-apa mungkin belum jalannya masih
bisa di coba pakai jalur lain. Tapi jujur sebenarnya hati ini ingin menangis
tetapi apa daya menangis sekencang apapun tidak akan bisa merubah segalanya. Dan
akhirnya saya tidak putus asa dan akan mencoba jalur selanjutnya.
Ketiga saya mengikuti SBMPTN disini saya tidak memilih UNESA
mungkin karena saya trauma, kecewa atau entahlah. Tetapi keinginan saya masih
bulat memilih Matematika. Pilihan pertama saya memilih di Universitas Airlangga
(UNAIR) dengan jurusan 1. Matematika 2. Sosiologi dan pilihan kedua tetap di Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) jurusan 1. Pendidikan Matematika. Disini saya
tidak mau berharap terlalu tinggi takut nanti akan kecewa lagi. Hari yang saya
tunggu akhirnya datang juga saya tetap dinyatakan tidak lolos. Disini saya
sebenarnya sudah putus asa karena berbagai cara saya tempuh tetapi tidak bisa
lolos juga. Akhirnya saya diberi dukungan
dan semangat dari Ibu dan kakak saya untuk sabar dan saya disarankan untuk mengikuti
test UM-PTAIN yang ada di UINSA.
Ini adalah test yang terakhir yaitu test UM-PTAIN, disini saya
memilih IPC dan tekad saya tetap masih bulat memilih Matematika hehe. Di jalur
ini saya bersama sahabat-sahabat saya mendaftar bersama-sama. Pilihan pertama
saya Pendidikan Matematika, kedua Ilmu Komunikasi, dan ketiga Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Sebenarnya pilihan saya bukan di PGMI dan bukan
keinginan saya, disini saya hanya mengejar di Pend. Matematika dan Ilmu
Komunikasi. Tetapi berhubung pilihannya disuruh 3 saya bingung mau mengisi apa
yang satunya lagi. Setelah itu saya mendapatkan saran dari teman saya karena
saya ingin menjadi guru saya disuruh memilih di PGMI sebenarnya saya tidak tahu
apa itu PGMI dan saya menanyakan kepada teman saya apa itu PGMI? Dan teman saya
menjawab PGMI itu seperti PGSD bedanya kalau di PGMI itu ada agamanya yang
lebih dalam lagi. Dan setelah itu oke... saya mengikuti saran teman saya
memilih PGMI. Ketika mengikuti test tulis hanya satu yang saya engak bisa bahasa
arab gundul oleh karena itu waktu test saya tidak mengisi satupun. Hehe. Hari yang
telah ditunggu tiba, saya tidak punya firasat apa-apa disini pada pukul 24.00
WIB saya membuka webnya sambil menunggu loading saya berkata kepada ibu saya
pasti hasilnya tidak lolos lagi. Saya bilang begitu, dan saya juga berkata
kalau tidak lolos saya daftar D3 UNAIR iya bu, ibu saya hanya mengiyakan. Setelah
webnya kebuka ternyata dugaan saya salah. Saya dinyatakan lolos di jurusan
PGMI, saya berfikir kenapa kok tidak di jurusan matematika itu yang ada dibenak
saya. Ibu saya pernah bilang emang kalau benar-benar engak srek atau engak
cocok pindah jurusan aja tetapi yang ini dijalani dulu 1 semester. Dan akhirnya
dengan membaca basmalah saya memantapkan hati tetap mengambil jurusan itu dan tidak
berganti jurusan.
Jadi, pilihan menurut saya belum tentu terbaik untuk saya, tetapi
pilihan menurut Allah SWT sudah pasti terbaik untuk saya J.
0 komentar:
Posting Komentar