Minggu, 21 Juni 2015

Pentingnya Pendidikan

Diposting oleh Unknown di 14.56 0 komentar
Pendidikan merupakan hal yang terpenting dalam kehidupan kita, hal ini berarti bahwa setiap manusia berhak mendapatkannya dan diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya. Pendidikan tidak akan ada habisnya. Secara umum, pengertian pendidikan adalah proses perubahan berawal dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dan sebagainya. Pendidikan itu bisa didapatkan dan dilakukan dimana saja, bisa di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, dan yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana memberikan atau mendapatkan pendidikan dengan baik dan benar agar manusia tidak terjerumus dalam kehidupan yang negatif.
Sejatinya, pendidikan dimulai dari dalam keluarga karena tidak orang yang tidak dilahirkan dalam keluarga. Jauh sebelum ada lembaga pendidikan yang disebut sekolah, keluarga telah ada sebagai lembaga yang memainkan peran penting dalam pendidikan yakni sebagai peletak dasar. Pendidikan dalam keluarga memiliki ciri khas tersendiri. Dalam pendidikan keluarga kita menemukan oknum yang fungsinya tidak jauh berbeda dengan guru di sekolah atau dosen di perguruan tinggi yaitu mentransfer pengetahuan. Oknum yang saya maksudkan adalah orang tua. Di dalam konteks pendidikan dalam keluarga, orang tua bertugas mentransfer pengetahuan tetapi bukan pengetahuan tentang mata pelajaran melainkan pengetahuan tentang kehidupan.
            Sedangkan di lingkungan sekolah yang menjadi pendidikan yang kedua. Guru sebagai media pendidik memberikan ilmunya sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Peranan guru sebagai pendidik merupakan peran memberi bantuan dan dorongan, serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak dapat mempunyai rasa tanggung jawab dengan apa yang dia lakukan. Guru juga harus berupaya agar pelajaran yang diberikan selalu cukup untuk menarik minat anak.

            Selain itu peranan di lingkungan masyarakat juga penting bagi anak. Hal ini berarti memberikan gambaran tentang bagaimana kita hidup bermasyarakat. Dengan demikian, bila kita berinteraksi dengan masyarakat maka mereka akan menilai kita bahwa tahu mana orang yang terdidik dan tidak terdidik. Di zaman era globalisasi diharapkan generasi muda bisa mengembangkan ilmu yang di dapat sehingga tidak ketinggalan dalam perkembangan zaman. Itulah pentingnya menjadi seorang yang terdidik baik di lingkungan  keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Jumat, 19 Juni 2015

Media Pembelajaran IPS Kelas 5 SD/MI Semester 2

Diposting oleh Unknown di 00.01 0 komentar


Kamis, 18 Juni 2015

Media Pembelajaran IPS Kelas 5 SD/MI Semester 1

Diposting oleh Unknown di 23.49 0 komentar


Materi IPS Kelas 5 SD/MI

Diposting oleh Unknown di 23.09 0 komentar
Materi IPS Kelas 5 Semester 1

Bab I Peninggalan Sejarah dari Masa Hindu-Buddha dan Islam di Indonesia
A. Peninggalan Hindu di Indonesia
B. Peninggalan Sejarah Kerajaan Buddha di Indonesia
C. Peninggalan Sejarah Kerajaan Islam di Indonesia
D. Upaya Pelestarian Peninggalan Sejarah

Bab II Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu Buddha dan Islam di Indonesia
A. Masa Hindu
B. Masa Buddha
C. Masa Islam
D. Peran Tokoh Sejarah Pada Masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia

Bab III Kenampakan Alam dan Buatan serta Pembagian Waktu di Indonesia
A. Kenampakan Alam
B. Kenampakan Buatan
C. Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia

Bab IV Keragaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia
A. Keragaman Suku Bangsa
B. Budaya Indonesia
C. Kesatuan dalam Keragaman

Bab V Jenis Usaha dan Kegiatan Ekonomi di Indonesia
A. Jenis-Jenis Usaha
B. Kegiatan Ekonomi di Indonesia


Materi IPS Kelas 5 Semester 2

Bab VI Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda dan Jepang
A. Penjajahan Belanda di Indonesia
B. Penjajahan Jepang di Indonesia

Bab VII Persiapan Kemerdekaan Indonesia
A. Masa Perjuangan
B. Peranan BPUPKI dan PPKI
C. Perumusan Naskah Proklamasi
D. Menghargai Jasa Tokoh Pejuang

Bab VIII Proklamasi Kemerdekaan
A. Makna Proklamasi
B. Tokoh-Tokoh yang Berperan dalam Proklamasi Kemerdekaan

Bab IX Mempertahankan Indonesia
A. Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
B. Konferensi Meja Bundar (KMB)
C. Menghargai Perjuangan Para Tokoh Kemerdekaan 

Rabu, 17 Juni 2015

Indahnya Berbagi

Diposting oleh Unknown di 22.10 0 komentar

Laskar Pelangi

Secara garis bersar, novel ini bercerita kehidupan kanak-kanak beberapa bocah di Belitong. Andrea Hirata memulainya dengan kisah miris dunia pendidikan di Indonesia dimana sebuah sekolah yang keurangan murid hendak ditutup. Sekolah tersebut adalah SD Muhammadiyah di Gantung Belitung Timur. Namun, karena murid yang terdaftar genap 10, sekolah dengan bangunan seadanyatersebut tetap diijinkan beraktifitas seperti biasanya. Ke-sepuluh murid tersebut adalah para laskar pelangi. Nama yang diberikan guru mereka bernama Bu Mus, oleh karena kegemaran mereka terhadap pelangi. Siapa saja mereka? 

Tokoh dalam novel ini adalah Ikal, Lintang, Sahara, Mahar, A Kiong, Syahdan, Kucai, Borek, Trapani, dan juga Harun. Mereka adalah sahabat yang kisahnya memesona dunia lewat tangan dingin sang penulis. Buku laskar pelangi bercerita keseharian mereka di sekolah dan di lingkungan sosial. Mereka adalah anak-anak desa dengan tekad luar biasa. Perjalanan mereka dipenuhi kejadian yang tak terduga. Secara perlahan mereka menemukan keunggulan ddalam diri dan persahabatan. Ini mungkin yang menjadi titik fokus Andrea Hirata. Ia juga piawai menyisip komedi dalam kisah ini. 


Novel laskar pelangi berkisah perjuangan hidup kesepuluh anak ini menghidupkan cita-cita di antara kehidupan mereka yang berat. Ada dinamika di dalamnya. Manis meski berat. Kisah khas anak-anak yang memandang dunia dengan ambisi yang sederhana. Andrea Hirata, meski banyak dihujat sebab mengklaim cerita ini nyata, memang terkesan berlebihan dalam beberapa hal. Namun toh, sebagai novel pembangun, Laskar Pelangi berhasil merubah secuil dunia pendidikan kita, merecharge semangat mereka yang lain untuk meraih ilmu. 



Sokola Rimba


Film ini mengajarkan kita akan pentingnya pendidikan bagi masa depan seseorang. Banyak masyarakat di pedalaman yang belum mendapat akses pendidikan yang layak sampai-sampai mereka menganggap pendidikan adalah hal yang dapat membawa bencana.

Beginilah alur cerita film ini :
Butet Manurung (Prisia Nasution) bekerja di sebuah lembaga konservasi di wilayah Jambi selama hampir 3 tahun. Disinilah ia telah menemukan cita-cita dalam hidupnya yaitu mengajarkan baca tulis dan menghitung kepada anak - anak suku anak dalam atau yang lebih dikenal sebagai Orang Rimba.

Suku ini tinggal di hulu sungai Makekal di hutan bukit Duabelas.   Suatu hari Butet terkena penyakit malaria di tengah hutan, seorang anak tak dikenal datang menyelamatkannya
. Anak itu bernama Nyungsang Bungo. Ia berasal dari Hilir sungai Makekal, yang berjarak sekitar 7 jam perjalanan untuk bisa mencapai hulu sungai, tempat Butet mengajar.

Secara sembunyi-sembunyi, Bungo telah lama memperhatikan cara Butet mengajar membaca. Ia membawa kertas perjanjian yang telah di 'cap jempol' oleh kepala adatnya, sebuah surat persetujuan orang-orang desa mengeksploitasi tanah adat mereka.

Bungo ingin belajar membaca dengan ibu guru Butet agar dapat membaca surat perjanjian itu.  Pertemuan dengan Bungo menyadarkan Butet agar memperluas wilayah kerjanya ke arah 
hilir sungai Makekal. Namun keinginannya itu tidak mendapatkan restu dari tempatnya bekerja, maupun dari kelompok rombong Bungo yang masih percaya bahwa belajar baca tulis bisa membawa malapetaka bagi mereka. Butet mencari segala cara agar ia bisa tetap mengajar Bungo, hingga malapetaka yang ditakuti oleh Kelompok Bungo betul-betul terjadi. Butet terpisahkan dari masyarakat Rimba yang dicintainya. Dapatkah ia kembali?


RPP Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 5 SD/MI

Diposting oleh Unknown di 21.37 0 komentar
RPP IPS Kelas 5 SD/MI

Semester 1
Download : Klik Disini

Semester 2
Download : Klik Disini

Buku Paket IPS Kelas 5 SD/MI

Diposting oleh Unknown di 21.30 0 komentar

Download : Klik Disini


Silabus Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas 5 SD/MI

Diposting oleh Unknown di 21.02 0 komentar
Silabus IPS Kelas 5 SD/MI

Semester 1
Download  : Klik Disini

Semester 2
Download : Klik Disini

Minggu, 07 Juni 2015

IPS Semester 1

Diposting oleh Unknown di 13.51 0 komentar


A.    Keanekaragaman Suku Bangsa Di Indonesia
Bangsa Indonesia terkenal sebagai bangsa yang majemuk atau heterogen. Bangsa kita mempunyai beraneka ragam suku bangsa, budaya, agama, dan adat istiadat (tradisi). Semua itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Misalnya dalam upacara adat, rumah adat, baju adat, nyanyian dan tarian daerah, alat musik, dan makanan khas.
Suku bangsa adalah suatu kelompok masyarakat yang terikat kesatuan budaya, bahasa, dan tempat tinggal. Oleh karena itu, setiap suku bangsa memiliki bahasa yang berbeda. Tradisi dan kebudayaannya juga berbeda.

B.     Keanekaragaman Budaya Di Indonesia
Kebudayaan merupakan ciri khas setiap suku. Kebudayaan membedakan suku satu dengan suku lainnya. Setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda. Tahukah kamu yang dimaksud kebudayaan? Kebudayaan adalah keseluruhan perilaku dan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Semua itu tersusun dalam tata kehidupan masyarakat.
Unsur-unsur kebudayaan terlihat dalam kehidupan sehari-hari tiap suku bangsa. Unsur-unsur tersebut antara lain sebagai berikut.

    1. Sistem keagamaan
    2.  Sistem kemasyarakatan
    3. Sistem pengetahuan
    4. Sistem bahasa
    5. Sistem kesenian
    6. Sistem ekonomi
    7. Sistem teknologi
Karya manusia merupakan hasil kebudayaan. Kebudayaan dapat berupa fisik dan nonfisik. 
Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan dibagi menjadi tiga unsur berikut ini

      1. Kebudayaan yang berupa ide, gagasan, dan norma. Contohnya adat, aturan, dan tata krama dalam masyarakat.
      2. Kebudayaan yang berupa aktivitas manusia. Contohnya, pola hidup gotong royong dan upacara adat.
      3. Kebudayaan yang berupa benda-benda hasil karya manusia. Misalnya keraton, masjid, candi, senjata, gedung, dan benteng.
Kebudayaan daerah sering disebut kebudayaan suku bangsa. Kebudayaan daerah mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri. Kebudayaan daerah adalah akar kebudayaan nasional.
Coba sebutkan keanekaragaman budaya suku bangsa yang ada di negara kita? Tentu saja ada berbagai macam. Ada tarian daerah, lagu daerah, dan sebagainya. Tarian daerah merupakan kebudayaan yang dapat kita nikmati di beberapa acara. Tarian biasanya dilakukan dengan tujuan tertentu. Misalnya untuk menyambut tamu kehormatan, upacara penikahan, hari besar keagamaan, dan peringatan beberapa acara penting.
Kebudayaan daerah yang bisa kita banggakan yaitu lagu daerah. Bangsa kita kaya lagu-lagu daerah. Kita harus mempelajari lagu-lagu daerah. Misalnya: Jamuran dari Jawa Tengah, Tanduk Majeng dari Madura, Injit-injit Semut dari Jambi, Soleram dari Riau, Butet dari Sumatra Utara, dan Angin Mamiri dari Sumatra Selatan. Budaya daerah juga tercermin dalam keanekaragaman bahasa daerah. Setiap daerah memiliki bahasa daerah yang berbeda.
Keragaman lain dalam kebudayaan bangsa kita yaitu bangunan rumah adat. Setiap daerah mempunyai bentuk bangunan rumah yang berbeda. Pernahkah kamu mengamati bangunan rumah di sekitar rumahmu. Berbeda-beda bukan? Bentuk rumah sekarang memang beraneka ragam. Bahkan, model maupun warnanya. Semua terlihat cantik dan indah. Namun, rumah adat juga tidak kalah indahnya. Misalnya, gadang di Sumatra Barat, panggung di Jambi, joglo di Jawa Tengah, nuwo sesat di Lampung, dan kasepuhan di Jawa Barat.





Gambar 4.2 (a) Tongkonan dari Sulawesi Selatan dan (b) Bolon dari Sumatra Utara.

Sumber: Indonesian Heritage

C.     Menyikapi Keragaman Suku Bangsa dan Budaya
Keanekaragaman suku bangsa dan budaya merupakan modal pembangunan bangsa. Persatuan dan kesatuan harus selalu kita tegakkan di bumi Indonesia. Masih ingat semboyan Bhinneka Tunggal Ika? Walaupun berbeda-beda bangsa Indonesia tetap satu juga.
Semboyan tersebut jangan hanya menjadi hiasan belaka. Kamu harus mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara yang bisa kamu lakukan adalah bangga menjadi bagian bangsa Indonesia. Kamu harus bangga terhadap budaya daerahmu. Caranya, harus saling menghormati dan menghargai sesama suku bangsa. Jangan merasa sombong dan tinggi hati terhadap suku bangsa lain. Nah, sebagai tindak lanjutnya kamu harus berusaha melestarikan warisan budaya dan adat istiadat daerahmu.
Sudahkah kamu mengenal peninggalan budaya di daerahmu? Apa saja bentuk warisan budaya yang ada di daerahmu? Peninggalan budaya merupakan warisan nenek moyang. Kita harus tetap menjaganya dengan baik. Peninggalan budaya itu harus diwariskan kepada generasi berikutnya. Banyak cara yang bisa kamu lakukan untuk melestarikan budaya bangsa. Misalnya mempelajari tari daerah. Kamu bisa menampilkannya pada saat pentas perpisahan sekolah.




Gambar 4.3 Menari merupakan salah satu cara melestarikan
kebudayaan daerah.

Nah ini berarti kamu telah ikut melestarikan budaya nasional. Tahukah kamu, budaya daerah merupakan sumber budaya nasional? Kebudayaan daerah bisa dimanfaatkan sebagai ajang promosi bangsa Indonesia.
 

Dunia Pendidikan Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea