Pandangan Orang Tua Terhadap Pendidikan (Studi Kasus pada Orang Tua
Anak Putus Sekolah Dasar di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang)
ABSTRAK
Tomi, Agus. 2012. Pandangan Orang Tua Terhadap Pendidikan (Studi
Kasus Orang Tua Anak Putus Sekolah Dasar di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten
Malang). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan,
Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (1). Dr. Hardika, M.Pd, (2). Drs. Suripan
Kata Kunci : Pandangan Orang Tua, Anak Putus Sekolah,
Pendidikan
Pendidikan adalah suatu kebutuhan utama yang harus dimiliki oleh
setiap manusia, karena pendidikan adalah sarana untuk meningkatkan taraf hidup
manusia. Berbicara tentang pendidikan kita semua pasti sudah tau bahwa betapa
pentinya pendidikan tersebut, sekalipun pengaruh kemiskinan sangat besar
terhadap anak-anak yang putus sekolah, kemiskinan bukanlah satu-satunya faktor
yang berpengaruh. Salah satu faktor yang berpengaruh adalah pola pikir orang
tua yang pendek akibat rendanhnya pendidikan. Orang tua mempunyai peranan utama
dalam kelangsungan pendidikan bagi anak-anaknya. Pandangan orang tua terhadap
pendidikan serta pentingnya pendidikan sangat berpengaruh terhadap boleh
tidaknya anak mendapatkan pendidikan. Di desa Pujon Kidul umumnya anak ikut
membantu orang tua bekerja untuk membantu pendapatan keluarga, pada awalnya
anak tetap sekolah sambil membantu orang tua, namun pada akhirnya banyak anak
yang putus sekolah. khususnya di tingkat sekolah dasar. Hal itu menarik
ketertarikan peneliti untuk mencoba mengetahui bagaimana sebenarnya pandangan
orang tua anak putus sekolah terhadap pendidikan, yang pada akhirnya bisa
menggambarkan seperti apa pengetahuan orang tua terhadap pendidikan dan
pentingnya pendidikan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis
rancangan penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik
observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data,
penarikan kesimpulan. Pengecekan data menggunakan triangulasi.
Tujuan penelitian ini membahas tentang paparan data dan temuan
penelitian di lapangan yang meliputi, (1). Pandangan orang tua anak putus
sekolah di tingkat sekolah dasar terhadap pendidikan. (2). Pandangan orang tua
anak putus sekolah di tingkat sekolah dasar tentang pentingnya pendidikan. (3).
Faktor yang mempengaruhi pandangan orang tua anak putus sekolah di tingkat
sekolah dasar terhadap pendidikan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1). Orang tua anak putus
sekolah di desa Pujon Kidul menganggap anak tidak sekolah atau putus sekolah
adalah hal yang biasa, pendidikan agama dianggap lebih utama dari pada
pendidikan sekolah secara umum. (2). Orang tua mempunyai pandangan bahwa
pendidikan adalah suatu hal yang penting, akan tetapi hal itu dipengaruhi oleh
tingkat pendidikan orang tua yang rendah dan ekonomi yang kurang mendukung,
sehingga pentingnya pendidikan hanya digambarkan untuk pekerjaan saja. Yaitu,
bagaimana mencari uang atau pun membantu pendapatan keluarga dengan bekerja.
(3). Faktor yang mempengaruhi pandangan orang tua anak putus sekolahterhadapa
pendidikan adalah rendahnya mutu pendidikan orang tua dan rendahnya kualitas
ekonomi serta pengaruh lingkungan sekitar seperti pergaulan dengan orang
dewasa, merokok sehingga memberikan dampak yang negatife terhadap arti
pentingnya pendidikan.
Setalah dilakukan pembahasan terhadap hasil temuan penelitian,
selanjutnya dpat disampaikan beberapa saran sebagai berikut : (1). Masyarakat
atau orang tua di Desa Pujon Kidul yang anaknya putus sekolah hendaknya lebih
bisa memilih kesempatan untuk mendapat pendidikan di lembaga non formal, baik
itu melalui pendidikan paket maupun kursus-kursus yang sesuai dengan kebutuhan,
sehingga anak tetap akan mendapat pendidikan yang layak dan sesuai. (2).
Diharapkan bagi peneliti lain untuk dapat mengembangkan penelitian ini dengan
metode yang lain, sehingga dapat menambah dan mengembangkan kajian ilmiah yang
ada. (3). Bagi jurusan PLS hendaknya dapat meningkatkan fungsi dan perannya
dalam kegiatan-kegiatan pendidikan luar sekolah sebagai sarana pusat
pembelajaran masyarakat, seperti kejar paket atau pun kursus-kursus, khususnya
bagi anak yang putus sekolah.